Andik Vermansah Dinilai Pantas Bermain Di A-League

Masih ingat Andik? Kemampuan Andik Vermansah sebagai pesepakbola profesional memang telah menjadi rahasia umum. Namun ternyata bukan hanya sekedar di Indonesia, bahkan di tingkat Asia. Nyatanya skil Andik dalam mengolah si bundar pun mendapatkan apresiasi dari bermacam kubu.

Sebagai info kalau Andik masuk dalam salah satu dari sekian daftar lima bintang Asia yang layak main di kompetisi kasta tertinggi Australia atau lebih akrab disebut dengan A-League. Hal tersebut seperti dibeberkan oleh seorang wartawan olahraga yang mengamati sepakbola Asia, John Duerden, dalam sebuah opininya di website resmi Brisbane Roar.

Didalam tulisannya tersebut, Duerden menceritakan sosok Andik yang mendapat julukan sebagai Lionel Messi-nya Indonesia. Namun begitu, Duerden pun mengetahui kalau Andik menyikapi julukan tersebut dengan bijaksana dan hanya ingin melakukan yang terbaik dalam karier sepakbolanya. Kisah Andik yang pernah berjualan es bon-bon di area stadion demi mendapatkan uang guna membeli sepatu sepakbola juga disebutkan wartawan yang biasa menulis untuk media ternama seperti halnya Guardian, Daily Telegraph, maupun Association Press tersebut.

Selebihnya, cerita Andik dalam rangka mengikuti trial bersama DC United yang merupakan klub Major League Soccer (MLS) dua tahun silam pun tidak lepas dari pantauannya. Kembali, Duerden mengetahui kalau Andik yang sewaktu trial kala itu memiliki kekurangan dari hal kekuatan fisiknya. “Tapi jika di bawah bimbingan yang benar, ada potensi yang nyata darinya,” terangnya.

Lebih jauh Duerden menyebutkan “Mehmet Durakovic adalah bos pemain itu di klub Malaysia, Selangor. Dan hal itu memungkinkan seseorang di Australia layak menghubungi mantan pelatih Melbourne Victory tersebut (untuk bisa mendapatkan Andik),” katanya.

Selain Andik Vermansyah, konon ada empat pemain Asia lainnya yang dinilai pantas untuk berkiprah di A-League, Mereka adalah Park Chu-Young (dri Korea Selatan), ada juga Ali Ashfaq (Maladewa), Ismail Matar (Uni Emirat Arab), dan satu lagi Sunil Chhetri (dari India).